Mam tidak paksa kamu suka matematika. Tapi, semaksimal mungkin Mam akan dorong kamu agar bisa mengerjakan soal ujian meskipun nilai yang kamu peroleh paling minimal mencapai nilai standar

Mam tidak paksa kamu suka matematika. Tapi, semaksimal mungkin Mam akan dorong kamu agar bisa mengerjakan soal ujian meskipun nilai yang kamu peroleh paling minimal mencapai nilai standar. Sebab, Mam sadar setiap dari diri kalian punya potensi yang besar dibidangnya masing-masing.
Sejak akhir tahun 2015 lalu sampai saat ini, saya masih aktif mengajar matematika baik privat maupun di sekolah dan lembaga non formal. Lalu, mengapa tiba-tiba malam ini saya terpikir untuk membuat sebuah tulisan?
Inspirasi berawal dari beberapa karakter siswa yang saya ajar. Beberapa diantara mereka memang kurang suka dengan matematika ada juga yang sangat gemar bahkan menjadi delegasi di beberapa ajang olimpiade.
Menurut ku, semua siswa yang mengikuti les dengan ku adalah beruntung. Bagaimana tidak, orang tua mereka sangat antusias memfasilitasi anak-anaknya demi memperoleh nilai matematika yang bagus. Sebab, aku pun tahu orang tua tidak punya cukup waktu untuk membimbing mereka di rumah.
Kadang aku merasa miris juga, ketika melihat anak-anak yang kurang bersemangat saat mengikuti les. Main sana sini, cerita dengan teman bahkan mengganggu teman yang lain. Ah sudahlah saya bukan mau curhat masalah kenakalan mereka, sebab itu sudah menjadi tanggung jawabku mendidik mereka. Bukan bermaksud membebani para pembaca.
Hey kamu yang percaya dan menjunjung tinggi nilai kepahlawanan seorang guru. Sehebat apapun guru pastilah ada masa-masa dimana seorang guru mengalami titik kejenuhan. Bahkan tak jarang hal ini terbawa-bawa saat mengajar di kelas. Apalagi siswa yang diajar di kelas kurang menghargai dan tidak memperhatikan kita sebagai guru. Rasanya tuh pengen marah. Tapi hey ingat mereka dilindungi HAM. Ada hak atas rasa nyaman bagi anak-anak didik kita.
Pernah di suatu hari aku tiba-tiba malas ngajar les. Pengen izin dan kasih alasan lagi kerja tugas akhir. Tapi, setelah di pikir-pikir secara matang, ternyata hampir saja saya menuruti rasa malas. Lalu, apa yang harus dilakukan? Luruskan kaki, luruskan niat dan Bismillah, bahwa kita harus menjaga pekerjaan yang kita miliki. Bayangkan saja, ribuan pengangguran di luar sana mondar-mandir cari kerja, eh disini kita mau malas malas-malasan kerja.
Oke, kami bekerja tapi pekerjaan kami karena untuk menunaikan janji kemerdekaan yakni pendidikan adalah hak segala bangsa. (dalam boooo) MERDEKA!
Problemnya satu, aku merasa prihatin sama anak-anak yang malas belajar saat les. Padahal orang tua mereka udah rela keluarin biaya banyak-banyak agar anak-anaknya bisa pandai dalam matematika yang notabene merupakan ratunya ilmu.
Lantas bagaimana saya sebagai seorang guru menyikapinya?
Saya sadar bahwa setiap anak tidak bisa dipaksakan untuk menyukai matematika. Apapun itu, sekalipun kamu ajak anak-anak untuk belajar matematika di Mall, tetap saja mereka akan punya naluri untuk gemar terhadap bidang yang lain. Entah itu bidang seni, olahraga, dll.
Memaksa anak untuk suka dengan matematika adalah melanggar fitrah. Kalimat ini saya kutip dari seorang pakar matematika saat mengikuti seminar nasional pendidikan matematika.
Saya pun merasakannya. Meskipun konsentrasi pendidikan di bidang matematika, aku pun punya passion di bidang lain seperti bidang public speaking dan teknologi informasi.
Apalagi anak-anak ini pasti punya potensi masing-masing dan tinggal bagaimana caranya orang tua jeli mendeteksi potensi anak dan kemudian memksimalkan agar anak-anak mereka bisa menjadi seorang ahli.
Saya merasa bahwa itu hak anak, ketika waktnya belajar matematika, mereka malah menggambar, tulis puisi atau mungkin ada yang bernyayi di dalam kelas.
Yah,,, apapun itu, saya berupaya agar semaksimal mungkin mampu mendorong anak-anak agar bisa mengerjakan soal ujian. Sebab, dari zaman EBTANAS sampai Ujian Nasional, nilai matematika salah satu bidang studi penentu kelulusan. Tak perlu nilai ujian mu sempurna, minimal mencapai nilai standar kelulusan.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *