Catatan Perjalanan Selama Tech In ASIA JAKARTA 2016

Hello Pals!
Kali ini saya akan menceritakan kisah dibalik kunjungan ku dalam event Tech In ASIA Jakarta 2016.
Awalnya sih iseng guys, baca artikel dari fanspage Tech In ASIA ID ternyata ada pendaftaran Woman In Tech bagi para wanita Indonesia yang ingin ikutan Tech In ASIA.
Akhirnya coba daftar, lumayan mudah juga sih syaratnya. Isi formulir doang isinya nama perusahaan, jabatan dan link situs LinkedIn.
Aku daftarnya pas deadline. Tinggal nunggu hasil kurasi, apakah lolos atau gak, ya udah aku pasrah aja. Soalnya sempat rasa ngenes juga gak bisa daftar Simposium Guru karena belum punya NUPTK 🙁

5 hari sebelum kegiatan, aku dapat email dari penyelenggara Tech In ASIA JAKARTA.

tech-in-asia

Sumpaaahhhh masih gak percaya nih Pals!
Awalnya iseng doang baca2 artikel seputar startup, nemu link registrasi Woman In Tech, kemudian daftar dan ternyata akhirnya Aku Lolos Kurasi!
YeeZ target tahun ini melebihi dari apa yang sudah ditargetkan. Kondisi memang tidak memungkinkan untuk mendaftarkan diri mengikuti Simposium, namun Tuhan menunjukkan jalan yang lain dengan mengizinkan aku join dalam event terbesar se –ASIA.

Ternyata Pals, untung saja aku perginya gak sendirian. Partner ku Icha juga lolos .. Yeay ada temen dong…
Baiklah, perjalanan dimulai dan sedikit rempog karena hampir saja kami ketinggalan pesawat.. -_-

Kami pun harus transit di Makasar, well udah lumayan kenyang dan ngantuk juga karena ikan bumbu bali dan film china yang sudah kami konsumsi di dalam pesawat.

Perjalanan dilanjutkan menuju bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Hoams, ngantuk coy mana gerimis lagi.
Sembari nungguin paman dan tante yang mau jemput ya udah foto selfie bareng miss Icha.
“Pokoknya kamu tunggu aja dalam bandara ya, gak usah kemana-mana. Nanti paman aja yang ke dalam”
Oke baik captain
Nih berasa jadi presiden kemana-mana pasti dikawal.
But, makasih buat paman yang seumur hidup barusan ketemu.

Alhamdulillah tiba di jalan Cikoko Jakarta Selatan. tengkyuuu google sudah menyeematkan kami dari penyakit nyasar.

Makasih buat mbak Mumu udah bela-belain bangun tengah malam menyambut kedatangan kami 🙂

>>Day 1
Hari pertama event Tech In ASIA Jakarta, saya dan Icha mencoba merasakan hal baru, naik busway!
Tereng, mayan capek juga jalan kaki dari kost-an ke halte yang katanya deket, (apaan kalau di Palu sih jalan dari bundaran birma ke pertigaan Destik)
Akhirnya setelah melewati 2 halte sampailah kami di Balai Kartini, Jakarta Selatan.
Registrasi kemudian lanjut selfie, yaelah… -_-

Masuk ke ruangan Bootstrap Alley… Liat sana sini beberapa booth belum digelar.
P_20161117_122950_HDR
Kekanan bahasa inggris, ke kiri bahasa inggris, ke depan belakang sama aja. Ampun maaakkk udah setahun gak belajar bahasa inggris, kapok deh aku.
Udah dikasih kesempatan hadir dalam ajang bergengsi se ASIA gini ya jangan sampai sia-sia. Belajar membangun networking meskipun pengalaman ya masih gitu-gitu aja.
.
.
.
.

Sampai sana koq aku kayak gak ada apa-apanya ya -_-
Belajar belajar belajar ya pasti bisa harus berani berkomunikasi 🙂

Singgah ke beberapa booth dari para startup, ide nya sih lumayan menarik dan tak jarang sering saya dan beberapa teman mendiskusikannya.
Dalam kegiatan Tech IN ASIA JAKARTA 2016 ini ada beberapa agenda seperti exhibit (pameran) dari para startup se ASIA, Comference, speakers dan arena pitch battle.
Di hari pertama saya menyempatkan diri untuk mengikuti talk show yang digelar dalam startup 101 stage. Ada beberapa orang hebat yang dihadirkan seperti Veronika Linardi (Co-Founder & CEO, Qerja) Radynal Nataprawira (Technology Correspondent CNN Indonesia). Materinya pake bahasa inggris semua coy, untung saja masih paham artinya 😛
P_20161116_111211_HDR
Intinya dalam menjalankan bisnis jangan pernah sungkan untuk berkolaborasi dengan media. Ini penting bagi keberlangsungan bisnis kita utamanya dalam hal marketing. Banyak cara untuk memasarkan produk/jasa kita bisa lewat media elektronik, media cetak bahkan media social. Saat ini lagi trend teknik marketing celebrity endorsement. Kuy, aku dan beberapa teman yang udah menjalankan bisnis kadang juga melakukan teknik marketing dengan cara mengajak kerjasama beberapa rekan selebriti yang kami kenal. Yah lumayan sih buat menarik perhatian para customer.Lumayan lah, apa yang sudah saya dan beberapa teman jalankan tinggal dikembangkan lebih matang lagi dan lebih diseriusi dengan effort yang lebih dari biasanya.

Selanjutnya saya dan Icha pergi cari makan siang..
Alhamdulillah, makasih buat mbak Visya udah mau temani kami cari tempat makan siang.
Sayang banget ketemuannya Cuma sekitar 45 menit saja -_- gak bisa berkunjung ke rumah Visya ya udah gak masalah. Semoga selanjutnya masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali entah di sulwesi atau di Jakarta.
Habis makan siang, saya dan Icha lanjut ke booth pameran dari para start up.
Disini saya nemu beberapa startup seperti tirto.id yang merupakan media online yang mempublikasikan berita berdasarkan kekuatan data yang diperoleh. Ini penting sebab, saat ini maraknya berita hoax yang membuat masyarakat kebingungan dengan media apa yang harus dipercaya saat ini. Okay sukses ya buat tirto.id..

Hari kedua, ya udah pengen yang cepet aja karena kaki udah pegel banget mau jalan ke halte. Cus naik grab aja…
Tiba di Balai Kartini aku dan Icha lanjut mengunjungi galeri startup. Selanjutnya berkunjung ke main stage. Saat itu saya hanya sempat mengikuti talkshow dari CEO Gojek Nadiem Makarim dan CEO Bukalapak.com William Tanuwijaya. Pesan berharga yang saya dapatkan setelah mengikuti talkshow adalah dalam berbisnis segalanya adalah ketidakpastian. Kadang, apa yang kita buat boleh jadi dibuat juga oleh orang lain. Yang terpenting adalah semangat untuk tetap berinovasi. Anggaplah kamu sedang berjalan, tiba-tiba ada yang mengikuti mu dari belakang, yang mending focus jalan kedepan dari pada tengok ke belakag. Ya kan?
Wah udah sore nih, dikit lagi harus pulang karena malam harus ke bandara. Tapi sebelumnya kami pengen menghabiskan waktu tidak dengan percuma dalam kegiatan Tech In ASIA ini.
Hello, I’m very interest with your doll
Oh, really?
Demikian percakapan singkat ku dengan salah satu peserta Tech IN ASIA. Namanya Kenny Grant..
Seperti biasa yang terjadi ketika bertemu dengan orang baru adalah hal yang lumrah menanykan nama dan daerah asal.
Syukurlah lumayan kemampuan bahasa Inggrisku, sehingga bisa berkomunikasi dengan beliau.
The last, tukaran kartu nama.
Bukan Cuma kado boneka dari Baidu, banyak hal yang ku pelajari selama berada di lingkungan start up ini.
Sumpah jadi tambah semangat buat ngembangin bisnis di Palu. Belum lagi, aku juga merasa tertampar dengan kemampuan bahasa inggrisku. Well, planning kedepan, bisnis makin melesat dan juga kemampuan bahasa inggris lebih ditingkatkan lagi.
Hope, I can Join on Tech In ASIA for the next Year,,,
See you 🙂

IMG20161117105302

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *