Siswa Berprestasi, Guru Ikut Berprestasi (Part I)

Tepat enam bulan pengabdian ku di Madrasah ini. Madrasah yang bisa dibilang terpinggir dari Kota. Berada di perbatasan kabupaten dan Kota. Namun, mengapa saya mau mengorbankan waktu untuk berada di tempat ini? Toh bisa dibilang, tawaran di beberapa sekolah lainnya juga masih ada.
Kalau mengingat masa awal kuliah dulu, keinginan saya adalah menjadi tenaga pengajar di sekolah unggulan. Namun, seiring berjalannya waktu, pola pikirku berubah.

“Jika sekolah harus pintar dulu, dimana kah hakikat pendidikan yang sesungguhnya?, BUkankah pendidikan adalah mendekatkan mereka dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang sulit menjadi mudah?
Jikalau tes IQ adalah memudahkan guru mencetak generasi cerdas dan unggul, bukankah pendidikan adalah hak segala bangsa?”

Pagi itu saya sadar, ada amanah di sekolah ini. Saya pun tidak peduli seberapa besar gaji saya disini. Toh kalau ada yang bertanya, itu hanyalah penghasilan harian saya pada bisnis yang sudah saya jalani. Kali ini, mengajar bukan panggilan gaji, tapi memang panggilan hati.

Ya amanah bagi saya untuk membuat mereka punya gairah prestasi.
Saya melihat bahwa siswa- siswi disini punya potensi besar untuk berprestasi. Ada banyak hal yang bisa membuat mereka mengharumkan nama sekolah. Tidak seperti yang kebanykan orang katakan bahwa alumni madrasah hanya sebatas jadi ustadz atau ustadzah.

Hari itu, saya dimanahkan untuk membimbing siswa untuk mengikuti olimpiade matematika. Kemampuan saya gak seberapa dibanding beberapa teman seangkatan saya yang jago matematika. Namun, kemauan besar saya untuk terus belajar dan berbagi memberikan jalan bagi saya untuk menjadi pendamping sisswa dalam Math Event yang belum lama ini digelar di Makassar.
Ya, Kota Maros untuk kali kedua saya berada di tempat inni. Setelah sebelumnya saya sempat ke Kota ini untuk menjadi peserta lomba, kali ini saya hadir membawa siswa. Memang Tuhan punya rencana baik.
Menjadi guru bukan hanya sekedar mentransfer ilmu, ucap salam, berdoa, menjelaskan materi, beri latihan soal, berdoa lalu pulang. Namun, menjadi guru haruslah menginspirasi. Sebab, dari mana asalanya malas, ? Itu semua terjadi karena kurangnya motivasi.
Kak, saya takut. Kak, takut gagal, kak takut gak bisa!
Ahhhhhhhh! STOP berkata itu siswa-siswa ku,
Kalian adalah putra putri terbaik. Saya yakin kalian mampu.
“Saya ingin kalian bukan hanya sekedar menjadi siswa biasa. Namun harus lah punya visi yang besar. Dan untuk mencapai visi yang besar itu pula kalian haruslah tekun berusaha dan beribadah”. Demikian kata ku saat berada di dalam kelas.
Terpaculah semangat mereka.
“kak, sebelum lulus saya mau persembahkan minimal 1 prestasi untuk sekolah saya”
Demikian kalimat yang terucap dari salah satu siswa ku.
Ya Tuhan, ini benar-benar amanah. Amanah bagi saya untuk mencapai visi mereka.

Tibalah hari dimana mereka akan berlomba. Perasaan saya sama seperti pada saat menjadi peserta lomba.
8 siswa ku Alhamdulillah 4 diantaranya lolos ke babak semifinal. Ya Allah, saya tidak menyangka dan bersyukur sekali ..
Selanjutnya mereka berempat lanjut untuk diseleksi ke babak final.
Sembari menanti siswa yang lain, empat siswa yang belum berhasil, tak henti-hentinya saya berikan semangat.
Kalian jangan menyerah ya, masih banyak event yang lain. Ayo tetap semangat belajar. Percayalah bahwa tidak ada yang sia-sia.

Pengumuman pun tiba, Alhamdulillah ucap syukur ku teryata 1 siswa ku lolos ke babak final.
“jangan cepat puas ya dek. Tetap Bersyukur dan Berjuang”
….
15 peserta akan terpilih untuk lanjut ke babak grand final.
Sayang sekali siswaku Andi berada di urutan 20 -_-. Yang semangat dek. Kamu sudah melakukan yang terbaik.

Selesai lomba diajaklah mereka keliling kota Makassar, dan satu agenda penting adalah mengantarkan mereka hunting buku.
Yups, Gramedia di Mall Pankukang menjadi bagian dari destinasi mereka.
..
Pukul 20:00 kami berangkat menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
“ya Pulang dari sini, masih ada lagi amanah yang harus saya jalankan, yakni menjadi pembimbing siswa untuk mengikuti Kompetisi Sains Madrasah.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *