Kita Hanya Kalah ANGKA, tapi tidak kalah MENTAL

Sejak bulan Januari 2017 hingga akhir bulan Mei kemarin saya bersama siswa ku telah melewati beberapa fase dalam mengikuti kompetisi bidang matematika. Bermula dari kegiatan Math Event yang di gelar di Makassar, hingga akhirnya 8 siswa ku berhasil mengikuti event tersebut. Dan Alhamdulillah 4 diantaranya lolos hingga babak semifinal dan 1 siswa lagi lolos ke tahap final.

Benar-benar struggling buat mereka mau dan punya semangat dalam berkompetisi khususnya di bidang matematika. Mulai dari membujuk mereka agar mau mengikuti bimbel dan membuat mereka konsisten dalam belajar. Ini memang bukan lah hal yang mudah tidak pula sulit. Sebab saya yakin dan percaya bahwa sebenarnya semua siswa itu sama saja. Mereka hanya butuh partner atau guru yang tepat.

Saat lomba tiba, masih perlu berjuang lagi agar mereka punya mental dan kepercayaan diri yang tinggi. Sebab, rata-rata siswa bimbingan saya pada saat itu baru pertama kali mereasakan yang namanya iklim berkompetisi. Tapi, saya selalu berusaha memotivasi mereka bahwa KALIAN PASTI BISA!

Perasaan ku senang, ketika salah seorang siswa ku jelang ujian semester menemui ku dan bilang “ Kak iuran bulananku udah lunas ya dibayarin sama sekolah karena kemarin aku lolos sampe babak final”. Iya dik, itu kan tidak ada yang sia-sia kalau kamu rajin belajar, insya Allah sampai kuliah pun kamu bakalan dibiayai oleh pemerintah , ucapku.

Sepulang dari Makasar, perjuangan pun belum usai. 1 siswa ku lagi harus berjuang mengikuti seleksi Kompetisi Sains Madrasah. Ini adalah ajang yang bukan hanya menguji kecerdasan siswa dalam bidang sains namun juga dalam bidang Keislaman.
Alhamdulillah, bersyukur sekali siswa ku lolos ke tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. Aku bilang ke dia “Saya bangga sama kamu akhirnya bisa melewati tahap ini, kamu akan memulai babak baru yang semangat ya”.
Hari-hari pun dilewati dengan terus melakukan bimbingan ekstra. Sebab, basicly siswa ini baru pertama kali ikut kompetisi matematika, so belajarnya juga lumayan harus kerja keras. Sejak bulan April, saya meminta kepala madrasah untuk menambah satu pembimbing lagi sebab waktuku tidak cukup jika harus membimbing siswa setiap hari. Maka dipanggilah salah seorang guru pembimbing olimpiade dari luar. Sempat ada rencana bahwa saya dan siswa ku harus dikarantina, tapi aku tidak bisa sebab mengingat masih ada tanggung jawab di luar yang tidak bisa tinggalkan.
Beragam cerita terlewatkan mulai dari moodnya yang mulai down, semangatnya yang berubah setiap saat, tapi aku coba untuk terus memotivasi dia meyakinkan dia kalau dia itu terbaik. Apapun hasilnya jangan dipikirkan… Berusahalah dan berdoa dulu. Hasilnya biar Tuhan yang mengatur.

24 Mei 2017 adalah hari dimana semua siswa dari beberapa kabupaten terkumpul di satu tempat yang dulunya saya juga pernah menimba ilmu disitu, MAN 2 PALU. Di lokasi itu tentunya saya kembali bertemu guru-guru hebat saya dan Alhamdulillah mereka masih sehat membimbing siswanya.

Setelah lomba selesai dari ekspresi wajah siswa ku memang tidak begitu meyakinkan, tapi saya berusaha membuat dia percaya bahwa dia sudah melakukan yang terbaik. Ku ambil lah soal-soal dan setelah saya perhatikan memang ada banyak hal yang perlu saya evaluasi mulai dari manajaemen materi sampai strateginya.
Sehari setelah lomba, pengumuman dilaksanakan di lokasi yang sama. Namun yang ikut pada hari itu adalah guru pendamping matematika yang lain. Di rumah saya sudah pasrah apapun hasilnya itulah yang terbaik. Pkl 9:30 am sms masuk di HP ku “Gagal ke Jogja”. Ah, sambil membaca sms tersebut saya berkata bahwa ini bukan gagal tapi masih ditunda dan kita harus persiapkan lebih lagi kedepannya. Mendengar berita itu saya harus tetap optimis di depan siswa saya. Seorang guru harusnya punya mental juara. Kali ini sebut saja kita sedang kalah angka, tapi kita tidak kalah mental. Sebab perjalanan kita masih panjang, perjuangan untuk event yang lain masih harus kita hadapi.
Ini bukan cerita tentang kegagalan atau kekalahan tapi ini adalah awal dari cerita kemenangan. Selamat menunaikan ibadah Puasa 1438H. 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *