Tak perlu risaukan kemenangan atau kekalahan, lakukan lah dengan maksimal maka kemenangan akan mengikuti mu

Minggu lalu, tepatnya Jumat 30 Juli 2017 tidak sengaja saya bertemu siswa bimbingan matematika, si Rizaldi sedang mondar mandir di luar kelas sambil komat kamit. Entah apa yang dia lakukan, lantas membuat saya bertanya,
“ Hei zaldi, sedang apa kamu kenapa di luar kelas?”
“Saya lagi latihan kak, ditunjuk sebagai perwakilan sekolah pemilihan duta PMR”, jawabnya.
Lalu, penasaran lah saya bagaimana persiapan anak ini?
Mulailah ku meminta ia untuk mempraktikkan cara ia presentasi. Selanjutnya, ia pun mencoba menunjukkan kemampuannya dan saya merekamnya dalam sebuah video disaksikan oleh beberapa temannya yang sedang lalu lalang menuju kantin.

Menurut penilaian saya, penampilannya masih jauh dari harapan. Dan dengan terpaksa saya harus berterus terang pada Zaldi.
“Penampilanmu masih kurang bagus,kamu mau saya latih?”, tanyaku.
“Iya kak, saya masih butuh bimbingan”.
Oke, sambil menunggu jam pelajaran selanjutnya, saya membimbing dia di gazebo samping kelas.

Sebenarnya, saya bukan Pembina PMR. Jujur saya buta dengan dunia kepalangmerahan. Namun, kali ini saya benar-benar ingin berbagi ilmu public speaking yang sudah saya peroleh selama bergelut didunia broadcasting. Soal materi PMR mah bisa saya cari di google 😀

Latihan pun saya lakukan di sore hari setelah pulang dari sekolah. Kaget bukan kepalang, ternyata lombanya sudah tidak lama lagi. Sebenarya saya juga panik, tapi saya coba untuk sembunyikan kepanikan itu dengan berbagi tips dan trik persiapan presentasi di injury time seperti ini.
“Selain materi kepalangmerahan, sebenarnya apalagi yang kalian presentasikan?”tanyaku.
“Budaya dan penampilan bakat, jawab Zaldi”
Hmm, untungnya saya pernah buat tulisan tentang kebudayaan khususnya pengenalan batik bomba. Maka pada saat itu, saya tunjukkan artikel yang pernah saya buat yang bisa dijadikannya sebagai referensi.

Zaldi sebenarnya sudah lama saya bimbing di club matematika. Kali ini saya sudah tidak kesulitan lagi membentuk kepercayaan dirinya, sebab nampaknya ia sudah mulai berani tampil di depan umum dan sudah tidak malu-malu lagi. Keyakinan saya bertambah kuat ketika ia berkata
“Saya harus punya prestasi sebelum lulus”
Spontan saya mengucapkan Aamiin.
Jangan sia-sia kan kesempatan ini, kamu sudah kelas 9 belum tentu tahun depan bisa ikut. Kalau toh berhasil, niatkan untuk berbagi pada adik-adik mu nanti yang ikut tahun depan. Jangan pikirkan kekalahannya. Fokus pada usaha mu agar bisa maksimal saat lomba, ucapku sejam sebelum ia berangkat menerima materi.
Saya pun sebenarnya merasa terharu, ternyata kata-kata “HARUS PUNYA PRESTASI” begitu melekat diingatan mereka. Mudah-mudahan ini terjadi pada siswa yang lain juga.
..
Kamis, 3 Agustus 2017 saya berusaha menyempatkan diri hadir dalam kegiatan Jumbara se-Kota Palu yang dilaksanakan di Bukit Jabal Nur Ex-STQ. Tiba di lokasi, kemudian saya lanjut membimbing untuk latihan presentasi dan memberikan sedikit pembekalan seperti meminta mereka aktif saat diskusi.
Keberadaan saya tidak berlangsung lama, namun saya berpesan jika ada kesempatan besoknya selepas shalat Jumat kita latihan.

Keesokan harinya, saya kembali datang di lokasi kegiatan. Sekitar jam setengah 12 saya menemui Zaldi dan memintanya untuk tampil presentasi. Kali itu saya hanya menekankan bahwa Zaldi harus senyum saat berbicara. Sebab salah satu penilaian dewan juri adalah sikap saat presentasi.

Sabtu 5 Agustus 2017 kabarnya adalah jadwal presentasi mereka. Saya tidak tahu kabar selanjutnya dari Zaldi seperti apa. Saya hanya dapat kabar kalau hari itu juga adalah penilaian bakat mereka para calon duta.
Hampir setengah 6 saya berada di lokasi, saya melihat zaldi sudah bergabung dengan temannya yang lain untuk latihan Catwalk persiapan malam penutupan.
..
Ya Allah berikan yang terbaik pada siswa bimbingan ku. Aamiin,
Selanjutnya saya meninggalkan lokasi perkemahan dan menuju Citraland memenuhi janji ku pada 4 orang sahabatku.
Saya benar-benar tidak bisa hadir pada malam penutupan, sebab harus menghadiri undangan rekan saya yang tidak lama lagi akan melanjutkan studi S2 nya di Amerika.
Karena sudah jam 10 malam saya putuskan pulang ke erumah dan berniat datang pada hari minggu siang.

Rasa penasaran pun muncul pagi tadi, akhirnya saya putuskan untuk menelpon salah seorang siswa yang juga menjadi peserta lomba.
“kak, Rizaldi dapat Juara 2”
Mendengar kabar tersebut sapay merasa senang dan bahagia. Lumayan pula dengan persiapan pelatihan sekitar 3 hari ia mampu meraih posisi runner up. Ah andai saja sebulan yang lalu, pasti persipannya jauh lebih matang, pikirku.
Pkl. 11:30 WITA saya tiba di lokasi perkemahan, dan ternyata kegiatan sudah ditutup.
Tiba-tiba Rizaldi menghampiriku dengan isak tangis.
Hei kamu kenapa? Tanyaku sambil mengucapkan Selamat ya sudah jadi runner Up.
“Kak, saya kalah waktu jawab pertanyaan,” ucapnya.
Haha tidak apa, namanya juga bertanding ya seperti ini. Kalian semua adalah pemenang sebab juara hanya persoalan angka.
Tetap semangat dan bersyukur, jadikan momen ini sebagai pelajaran untuk berbagi pada teman-teman mu yang lainnya.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *