Buat Apa Sih Belajar Desain Grafis ?

Sebenarnya saya sudah lama menyentuh aplikasi design baik Corel Draw ataupun Photoshop. Sejak kelas 2 SMA saya mulai belajar. Tapi ya hanya sekedar memenuhi nilai matapelajaran TIK. Dulu saya menganggap, ngapain sih belajar design? Toh kalau mau butuh design apapun kan ada percetakan.
.
.
Saya lupa entah semester berapa waktu kuliah dulu, saya pernah tergabung salam kepanitiaan sebuah event yang dilaksanakan oleh organisasi di prodi. Waktu itu saya kebetulan masuk ke dalan divisi Pubdekdok (Publikasi, Dekorasi dan Dokumentasi).
Dan pada saat itu juga panitia butuh spanduk ucapan selamat datang. Singkat cerita karena gak ada lagi yang bisa buat, jadinya aku yang buat. Kalau diingat sekarang sih lucu juga. Mengingat pada saat itu saya mendesain spanduk pake aplikasi Photoscape 😑😑😑
“Kan kalau mau dicetak pasti si tukang cetaknya buatin yang baru mirip dgn apa yang kita buat, pikirku”
Nyatanya tidaklah …
Desain spanduk yang ku buat di photoscape akhirnya di cetak.
Dan hasilnya 😕 (sedikit pecah). Pada saat itu akunya emang buta soal desain, tenyata dibutuhkan resolusi yang tinggi untuk menyimpan gambar desain yang akan dicetak dalam ukuran besar.
.
.
Rupanya saya gak nyadar kalo ternyata peristiwa itu harusnya buat sy belajar lebih lagi.
.
.
Pada akhirnya di tahun 2014, setelah menjadi ketua Tadulako Menginspirasi, saya putuskan untuk belajar design. Dan saya akhirnya pergi ke toko buku membeli buku yang saya post ini.

.
.
“Kalau mau pinter ya harus belajar, tapi kalau belajar sendiri juga gak bisa, baca buku aja gak cukup. kayaknya perlu bantuan mentor nih, pikirku”
Mulailah aku meminta kak Satrio untuk jadi mentor design …

Saat itu dia punya 3 permintaan sebelum belajar, tapi saya lupa apa. Dan untungnya gak minta duit banyak. Yang ku ingat, Cuma minta ikuti maunya saja.
Pada saat itu dia meminta aku pilih 3 poster yang menurutku bagus.
Terpilihlah 3, dan katanya saya lolos tahap 1, sense of art ku lumayan lah.
Dan selanjutnya dia minta aku pilih satu poster terbaik kemudian aku diminta mendesain mirip dengan poster itu 😕😕😕
Ya udah karena aku terlanjur iyakan kemauannya bahwa saya harus ikuti maunya.
..
Mulailah saya belajar dengan bimbingan oms Satrio yang kadang menyebalkan 😕 (soalnya suka mengejek design ku)
Tapi gak masalah sih demi kebaikan kualitas desain ku juga.
Meskipun kadang menyebalkan, kalau desainku bagus, pasti dia apresiasi juga, hohoho.

Setelah 3 kali ya kalau gak salah privat desain sama kak Satrio, selanjutnya saya mulai sering buat desain sendiri.
Paling tidak untuk memenuhi kebutuhanku. Dan selanjutnya saya meminta ia menilai. Sebab, menurutku ini bukan persoalan desain saja tapi ada standarisasi desain yang dibutuhkan agar menarik dan tidak norak.
.
.
Pada akhirnya sekarang kemampuan desain ini bisa saya terapkan dalam hal mendesain template presentasi, tampilan website dan bahan ajar.
So tengkyuuuuu bro udah mau berbagi ilmunya. Dan pada akhirnya buku yang saya beli ini gak pernah saya pake selama 2 tahun lebih sejak dibeli 😝
.
.
Namun akhirnya buku ini saya gunakan untuk mendampingi siswa bimbingan Kursus Design selama 5 kali pertemuan.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *