Persaingan dan Standarisasi Nilai Tinggi Penyebab Siswa Nyontek

“Kalau ada nomor yang tidak bisa dijawab jangan nyontek ya, kosongkan saja” (kataku sebelum memberikan tes harian ke siswa)
“Tapi bu, nanti nilai kami tidak ada, jawab seorang siswa ku”
Iya gak masalah..

Sebenarnya tujuan saya menuntut mereka untuk tidak menyontek adalah supaya mereka bisa menyadari kemampuannya masing2, belajar jujur dan bagi saya sendiri adalah sebagai bahan evaluasi kemampuan mentransfer ilmu ke mereka.

Siswa yang saya ajar rata2 punya kemampuan standar. Kalau toh saya memberikan contoh soal, maka soal latihannya harus mirip dengan contoh.

..
Kenapa sih gak suka matematika?
Ada yang jawabannya “Biasanya bu, lain contohnya lain juga soalnya”.
Oke selama 1 bulan, saya menggunakan pola tersebut. Saya harus punya strategi agar mereka minat dengan matematika dulu, karena sebenarnya belajar itu harusnya menjadi menyenangkan bukan menyebalkan. Menyenangkan bukan? Ketika kita mengerjakan soal kemudian berhasil menemukan jawabannya yang tepat.
….

Oke kadang mikir juga dalam hati. Kapan siswa lu berkembang kalau begitu caranya. Kapan mereka berpikir sendiri?
Well, menjawab pertanyaan tersebut, sesekali sy menyajikan games kreatif agar mereka berusaha berpikir untuk menang dalam kelompoknya.
Jujur, ini gak semudah yang mahasiswa S1 bayangin loh ketika belajar mata kuliah Micro Teaching.. ngajar dengan metode games luar biasa capeknya. Suara gak boleh volume 1, harus volume 3. Kadang saya menghabiskan 1 botol air mineral dalam wakru 45 menit. Tapi yaa semua demi mereka suka dengan pelajarannya. Mirip2 lah sama strategi marketing, bikin mereka suka dulu baru beli…

Hampir setahun ngajar di sekolah, sebenarnya udah kena sih ramalan2 ramalan ku beberapa tahun yang lalu. Bisa dibayangin kalau dalam 1 kelas hanya 1 atau dua saja yang minat dan punya bakat di bidang matematika.
.. bagi siswa yang menurutku punya potensi di bidang matematika, maka ia perlu diasah kemampuannya agar bisa mengikuti kompetisi di bidang matematika. Dan siswa yang lain, silahkan berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya masing2.
….

Ketika saya berdiskusi dengan beberapa dosen yang menjadi pemateri dalam seminar matematika, mereka pun berpendapat bahwa memang tidak bisa memaksa siswa untuk gemar matematika. Setiap diri seorang anak punya potensi masing2. Mungkin dibidang seni, olahraga atau yang lainya. Lalu? Bagaimana dengan status ujian nasional melibatkan mata pelajaran natematika sebagai salah satu penentu kelulusan siswa?
Oke baik, siswa cukup mengikuti standar lulus. Bagi ku, gak perlu nilai tinggi. …

Apa sih yang bikin siswa nyontek? Kenapa sih siswa gak takut nyontek?
Iya karena siswa lebih takut nilainya anjlok, takut dimarah.
Nah, hipotesis saya selama ini ya persaingan nilai tinggi dan alasan tidak dimarah menjadi faktor penyebab siswa nyontek.
Sejelan dengan Pendapat Kalsumer dalam Puspitasari, AC individu yang melakukan perilaku menyontek dipengaruhi oleh faktor malas belajar, ketakutan mengalami kegagalan dalam meraih prestasi, dan tuntutan dari orangtua untuk mendapatkan nilai yang baik.

Seandainya saja siswa diberi kebebasan belajar, bebas mendapatkan nilai apapun maka mereka tidak akan merasa terbebani. Mereka akan berpikir rileks tanpa harus berusaha nyontek untuk mendapatkan nilai yang bagus

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *