PRESTASI AKHIR TAHUN, BEKAL SEMANGAT MENUJU TAHUN 2018

Hari itu, saya sedang mengajar matematika di kelas VII A. Setelah memeriksa pekerjaan siswa, tiba-tiba dua siswa kelas 9 datang ke kelas ku.
“ Assalamu’alaikum, ibu boleh kami masuk?”
“Waalaikumsalam, ya silahkan”
Ada yang bisa saya bantu,? Tanyaku kepada mereka.
Jadi begini bu, bulan Desember nanti kami mau ikut English Camp.
Lalu?
Kami mau minta tolong Ibu untuk ajari kami Story Telling.
Oke baik, tapi sebentar ya kita diskusi lagi. Saya sedang menjagar…
Iya Bu,..
…………………………
Setelah mereka keluar kelas, dalam hati saya bertanya “ koq bisa ya mereka ngajak aku jadi mentor story telling, lah aku bukan guru bahasa Inggris. Tapi ya sudahlah..”
Bel istirahat berbunyi, pembelajaran pun saya akhiri. Kemudian, saya menuju kelas 9 A untuk mendiskusikan rencana mereka latihan Story Telling.
Nikta yang mau tampil di English Camp, kamu?
Bukan Bu, Irna.
Oh, oke mari kita duduk di taman
Jadi, kapan lombanya Irna?
Habis ujian semester Bu…
Sudah punya naskah yang mau ditampilkan?
Iya sudah Bu, judulnya Malin Kundang.
Oke, saya bisa latih kamu dengan Syarat:
1. Kamu harus PERCAYA DIRI
2. Kamu harus mau tampil maksimal di depan banyak orang
3. Latihan dimulai kita berdua saja, selanjutnya untuk menguji mental mu, saya akan tampilkan kamu di depan siswa lain dan merekamnya dalam bentuk video.
Aduh Bu, tapi saya malu kalau tampil di depan siswa sekolah ini.
Eits, tidak ada kata MALU. Di luar sana akan ada ratusan siswa dari sekolah lain. Oke sampai ketemu besok.
…………………….
Besoknya, aku mulai melatih Irna Story Telling. Ada beberapa tahapan yang saya lakukan pertama adalah pronunciation . Pada waktu luang Irna manfaatkan untuk latihan. Latihan di lakukan senyaman mungkin dan kami lebih sering latihan di taman.
Sempat ada momen di mana salah satu siswa melihat proses latihan Story Telling ini dan tiba-tiba bertanya
“Sebenarnya Ibu, guru matematika atau bahasa Inggris?”
😀 (dalam hati saya tertawa)

Tidak cukup latihan di sekolah, kami pun melakukan diskusi jarak jauh via facebook. Saya mulai mengirimkan beberapa maksud dari isi teks dan mengingatkan Irna untuk beberapa cara pengucapannya yang masih keliru.
……………………
Setelah Irna mahir melafalkan teks dan bisa menguasai isinya dengan baik berikutnya adalah latihan dengan gerakan, mimic wajah dan intonasi.
—- Wah kayak guru Sastra aja nih 😀
………………..
H-2 kegiatan English Camp, penampilan Irna mulai mendekati sempurna.
Hari itu setelah saya menyetor nilai siswa, kami berkumpul di perpustakaan untuk melakukan geladi resik dan diskusi costume yang akan mereka gunakan nantinya.
Pada saat itu, Safira juga ikut latihan bersama kami untuk persiapan Lomba PIdato Bahasa Inggris.

Jum’at 15 Desember 2017 kami berangkat menuju PONPES Nurul Falah Kawatuna untuk mengecek lokasi. Lokasi nya lumayan bisa dijangkau, tapi ya tetap aku gak punya nyali pergi sendiri ke lokasi itu malam-malam.
Hanya sampai jam 2 siang, saya langsung pulang dan rencana akan datang lagi ke lokasi ini sorenya sekalian bawa costume buat Irna.
Sesuai dengan rundown acara, malam harinya adalah singing contest. Untuk perwakilan dari MTs N 3 Kota Palu menampilkan Lulu Fakhirah dengan judul lagu My Hero. Malam itu, cukup tegang dengan keadaaan karena instrument lagunya datang 30 menit sebelum lomba di mulai. Untungnya Lulu dapat urutan tampil paling akhir.
Setelah menyaksikan penampilan Lulu, aku pun terus pulang ke rumah. Karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan makanya tidak bisa nginap di lokasi camp.

……………..
Sabtu paginya aku kembali datang ke lokasi Camp untuk menyaksikan penampilan Safira sekaligus memberikan ia support. Alhamdulillah penampilan Safira maksimal tanpa menggunakan teks……………….
.
.
.
Pkl. 11:30 tiba. aku keluar lokasi camp untuk memperbanyak naskah Story Telling yang akan di serahkan kepada juri. Sayangnya listrik padam, niatnya pengen fotocopy di sekitar Kawatuna eh malah turun sampai ke jalan Tadulako -_-
……..
Sampai di lokasi Camp perasaan mulai gak enak. Ada apa ya?
Saya menjenguk peserta di tenda. Wah gawat, si Irna udah nangis daritadi -_-
Ini kenapa? Ada apa?, tanyaku.
Begini Miss, tadi papanya Irna menelpon katanya nilainya turun….
Dan beberapa siswa lainnya mulai terlihat merah matanya.
Memang hari itu bertepatan dengan penerimaan rapor makanya anak-anak pada tegang..
Melihat kondisi seperti ini saya mulai coba untuk tenangkan mereka..
Saya ajak beberapa siswa yang sedang kecewa Irna, Zaldi dan Rendy ke kantin untuk istirahat sambil minum POP ICE 😛
Irna, kenapa kamu menangis?
Saya takut miss pulang dari lomba ini pasti akan dimarahi orangtua karena selama kelas 9 ini saya terlalu aktif di kegiatan organisasi.
Kalau kamu Zaldi?
Saya miss tidak terlalu pusing, jawabnya.
Bagaimana dengan dirimu Rendy?, tanyaku.
Saya kecewa dengan hasil akhir ini saya tidak menyangka padahal saya sudah berusaha.
….
(sejenak saya ambil alih pembicaraan)
Jadi begini, kalian harus bersyukur dengan keadaan kalian saat ini.
Kalian adalah siswa-siswi yang beruntung.
Kalian adalah siswa-siswi yang berbeda dari siswa lainnya yang hanya tahu sekolah rumah sekolah rumah.
Sementara kalian adalah siswa-siswi yang telah meraih berbagai macam prestasi. Baik prestasi akademik maupun non akademik.
Ini adalah kesempatan terakhir bagi kalian untuk membuktikan kepada diri kalian, orangtua, guru dan pihak sekolah. Bahwa kalian mampu meraih prestasi dan bersaing dengan sekolah lainnya.
Kalau hanya prestasi akademik di sekolah, kalian hanya bersaing dengan teman-teman kalian. Sedangkan disini, kalian bisa mendapatkan pengalaman baru, teman-teman baru bahkan pelajaran berharga yang tidak pernah kalian dapatkan di sekolah.
Tapi miss, bagaimana kalau pulang dari sini saya di marah?, Tanya Irna
Begini dek, ingat kamu sudah berjuang dari nol. Kamu ingat pertama kali kita latihan, bahkan sore-sore saat hujan turun pun kalian nekat berangkat lagi ke sekolah untuk latihan. Buktikan bahwa kali ini, kalian tidak akan gagal dua kali.
(Sejenak mereka diam dan mulai kelihatan tenang)
Bagaimana? Masih semangat berjuang lagi kan?
Oke Miss kita buktikan kali ini kami harus tampil yang terbaik. Dan saya janji semester depan nilai ku tidak anjlok lagi, kata Irna dengan bersemangat.
Baiklah, saya akan bantu kalian. Kalau kalian berhasil dalam lomba ini, saya akan bimbing kalian semester depan.
Karena sejam lagi lomba di mulai, silahkan bersiap Irna. Ganti baju dan jangan lupa berdoa.
.
.
.
“Miss ada yang sama dengan punyaku naskahnya”
Irna, teks boleh sama, oke dia tampil pertama. Tapi Irna, ingat pesan terakhir dari saya, kamu harus tampil berbeda dari dia. 
……………….
Selanjutnya, Irna tampil dengan nomor urut 12. Kali ini saya bisa menyaksikan penampilan irna. Hanya bisa berserah pada Allah SWT semoga diberikan hasil yang terbaik.
……….
Sayang sekali, pada malam puncak saya tidak bisa hadir menyaksikan penampilan yel yel kontingen MTs N 3 Palu.
.
.

Minggu pagi, aku kembali datang ke lokasi Camp untuk menyaksikan pengumuman hasil lomba. Alhamdulillah.. MTs Negeri 3 Meraih prestasi sebagai Juara Umum dalam kegiatan English Camp MTs/MA se-Kota Palu 2017.
Selamat atas prestasi yang di raih buat Lulu Fakhira sebagai Juara II Singing Contest, Irna Susan Juara I Story Telling, Safira Arifa Juara I Speech Contest dan Tim yang berhasil meraih Juara I Yel Yel Show…
Setelah pengumuman, mereka meminta saya untuk mendokumentasikan kebahagiaan mereka..
Terima kasih ya Allah.. Ini adalah bukti bahwa siswa-siswi MTs N 3 Palu punya talenta dan mampu bersaing di luar lingkungan sekolah. Semoga menjadi semangat baru bagi para malaikat kecil ini untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di tahun berikutnya. 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *