KEMAJUAN SUATU BANGSA BERBANDING LURUS DENGAN KUALITAS SDM

KEMAJUAN SUATU BANGSA BERBANDING LURUS DENGAN KUALITAS SDM

Ana P. Lestari, B.Ed

Indonesia merupakan Negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam. Namun, sumber daya alam yang berlimpah,rupanya tidak cukup membawa Indonesia ke arah bangsa yang lebih maju. Mengapa? Karena poin penting bagi kemajuan suatu bangsa, bukan dari pengaruh kuantitasnya namun bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Indonesia memiliki keragaman dan kekayaan Sumber Daya Alam, namun itu semua tentunya akan habis. Sedangkan Sumber Daya Manusia tidak akan pernah habis, lestari dan berkesinambungan.

Berdasarkan hasil pemeringkatan dunia melalui World Economic Forum (WEF) Indonesia menempati peringkat 65 dari 130 negara. Artinya, Indonesia berada di tengah-tengah  peringkat dunia. Meskipun berada di posisi pertengahan, Indonesia dianggap masih berada di atas rata-rata dunia. Sementara, WEF menilai tiga Negara terbaik yang telah mampu memaksimalkan potensi human capital di tahun 2017 adalah Norwegia, Finlandia, dan Swiss. Negara-negara tersebut dinilai merupakan negara yang memiliki komitmen besar terhadap pendidikan dan intensif mengembangkan kemampuan sumber daya manusia di berbagai sektor. Sehingga tidak heran jika negara-negara tersebut menjadi negara yang memiliki kekuatan ekonomi tinggi (GNFI, 2017).

Indonesia telah berupaya dalam peningkatan kualitas SDM misalkan dengan adanya program beasiswa Bidikmisi untuk jenjang S-1, Program beasiswa LPDP, dan Program Kartu Indonesia Pintar sebagai bentuk pelayanan terhadap kualitas pendidikan baik di pusat, provinsi, maupun kabupaten kota. Harapannya, warga Indonesia dapat memanfaatkan program-program tersebut sebaik mungkin sehingga terlahir generasi yang inovatif dan kreatif yang mampu membawa perubahan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Pendidikan masih menjadi permasalahan yang krusial di Negara ini. Akses pendidikan di Indonesia bisa dikatakan telah membaik, namun kualitasnya masih menjadi masalah serius yang perlu untuk diselesaikan.

Hasil  ujian PISA (Programme for International Student Assessment) yang dilakukan pada 2015, 42 persen siswa Indonesia berusia 15 tahun gagal mencapai standar minimal. Kegagalan itu terjadi di tiga area: kemampuan membaca, Matematika dan ilmu pengetahuan. Tragisnya, hasil tersebut menempatkan Indonesia di bawah negara tetangga yaitu Malaysia, Vietnam serta Thailand. Universitas di Indonesia juga tak mampu menciptakan lulusan dengan kemampuan yang dibutuhkan industri kerja, salah satunya peran manajerial (idntimes.com, 2018).

Alumni dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia seharusnya memiliki daya saing  di tengah lapangan kerja yang semakin kompetitif. Para Alumni diharapkan  bukan hanya menjadi job seeker namun mampu menjadi job creator. Sehingga, kedepan bisa menunjang kemajuan perekonomian Indonesia dengan menurunnya angka pengangguran. Hal ini tentunya akan berdampak pada kemajuan bangsa Indonesia.

 

 

Sumber:

  1. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/09/14/world-economic-forum-lansir-peringkat-kualitas-sdm-dunia-ini-peringkat-indonesia.Diakses pada tanggal 13 Mei 2018
  2. https://news.idntimes.com/indonesia/rosa-folia/meski-akses-mudah-kualitas-pendidikan-di-indonesia-masih-rendah-1/full. Diakses pada tanggal 13 Mei 2018

Tulisan ini sebagai bahan latihan dalam membuat Essay.  Silahkan berikan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan pada tulisan-tulisan berikutnya.

email@anapujilestari.com

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *