Cerita tentang Lingkaran Baru, PK-130 (Part 1)

Bagiku, perjalanan kali ini lumayan menantang. Untuk pertama kalinya dalam hidupku keluar pulau Sulawesi sendirian. Biasanya sih berdua atau rame-rame, entah sama keluarga, teman atau siswa :D, rombongan gitu lah kalau ada kegiatan atau lomba…

Singkat cerita, setelah dinyatakan lolos seleksi Substansi, saya langsung googling kira-kira apa yang harus kami lakukan sebelum menempuh studi di Perguruan Tinggi tujuan?

Bagi yang dinyatakan lolos sebagai awardee LPDP wajib ikut yang namanya PK.

Apa sih PK? Semacam wadah ketemu jodoh gitu ya? Wehee….

Bukan gaesss bukan… PK itu Persiapan Keberangkatan. Ya wes sejauh ini saya memahami PK seperti pembekalan sebelum melanjutkan studi.

Rencananya, tanggal 29 September 2018 saya bersama teman-teman dari Palu, Sri dan Diki yang baru saja dinyatakan lolos  bakal ngadain yang namanya Family Gathering bersama teman-teman Mata Garuda Sulteng Kak Fiki dan Indri buat ng-bahas mengenai PK. Biar ada sedikit pencerahan sih mengenai PK. Jum’at Sore sekitar Pkl. 16:30 saya bersama Sri booking tempat untuk acara FG di Sauna Kabonena. Setelah booking lokasi FG saya mengantar Sri pulang ke rumah tantenya yang di Jalan Manggis. Pkl. 17:20 saya bergegas pulang ke rumah. Rencananya sih bakal lanjut privat malamnya. Sampai di Jalan Karanja lembah, saya melihat jam tangan sudah menunjukkan Pkl. 17:45. Entah apa yang membuat saya ngebut dan pengen cepat-cepat sampai rumah.

Tiba di rumah, Bapak lagi duduk di teras nunggu waktu Shalat Magrib. Saya temani deh… Selang beberapa menit setelah saya duduk, tiba-tiba ada gemuruh, tanah berguncang,  Bapak lari melompat dari pagar saya pun ikut lari. Tiga kali terjatuh baru bisa berdiri. Untuk pertama dalam hidupku merasakan gempa yang maha dahsyat itu, seolah ajal sudah di depan mata. Merinding dan ketakutan itulah yang kurasakan saat itu setelah melihat beberapa rumah warga di sekitarku runtuh. Jalan terbelah, tiang listrik ambruk. Saya langsung ingat kejadian gempa di Lombok.

Saat itu juga listrik langsung padam. Lokasi tempat tinggalku gelap gulita. Akses informasi pun terputus.

Dan malam  itu pun kami lewati di alam terbuka. Tanpa atap dan alas. Alhamdulillah langit cerah, cahaya bulan begitu terang menyinari tanah lapang yang sudah dikerumuni oleh warga yang mengungsi…

Pasca gempa 7.4SR aktifitas warga Kota Palu benar-benar lumpuh.  Dan saya masih merasa berada dalam mimpi. Hingga H+2 saya hanya ingin bersama keluarga. HP belum berani saya nyalakan mengingat kondisi baterai yang sangat minim dan belum ada aliran listrik. Tanggal 2 Oktober 2018 saya mengaktifkan HP, lumayan ada sedikit sinyal yang masuk :D. SMS pertama yang ku terima itu dari Sri yang mengabarkan dirinya selamat sekaligus menginformasikan ke saya untuk membuka email  karena ada info terkait PK.

Bagaimana mungkin saya bisa membuka email, sementara jaringan internet di rumah terputus. Kali itu saya benar-benar pasrah dan tidak ingin memikirkan PK. Gempa yang maha dahsyat itu berhasil membuat saya enggan melakukan aktifitas apapun.

Namun, besoknya saya berubah pikiran.

Saya sudah berani memulai mendaftar, berupaya untuk lolos, dan Tuhan sudah memberikan jalan untuk ku bisa menjadi awardee tahun ini. Saya terus menguatkan pikiran, mungkin di luar sana ada banyak yang ingin bertukar  posisi dengan ku. Harus Bangkit!! Makanya saya bergegas untuk mencari tahu isi email terkait PK.

 

Sudah hampir seminggu, hidup tanpa aliran listrik, jaringan internet juga terputus, BBM langka. Saya mikir keras kira-kira bagaimana caranya supaya bisa membuka isi emailku..

BANDARA adalah satu-satunya lokasi yang ada dibenakku agar bisa  mendapat aliran listrik dan jaringan internet. Kebetulan jarak antara rumah dan Bandara hanya sekitar 3 KM ya lumayan bisa dijangkau lah.

Wah, rupanya pelaksanaan PK ini harus melibatkan semua awardee yang tergabung dalam angkatan tersebut. Seandainya saya tidak peduli, berarti sama halnya saya merusak tim ..

Ada wadah yang kami gunakan untuk berdiskusi namanya Milis. Awalnya masih bingung   tapi rupanya saya pernah menggunakan cara diskusi online seperti ini via Trelo. Hoo, Mirip-miriplah. Sepertinya kita mesti ON tiap hari untuk membuka Milis. Makanya saya ngatur jadwal setiap jam 7 pagi dan sore hari saya ke Bandara untuk cek Milis agar bisa terkoneksi dengan teman-teman.

Dalam PK-130 ini saya tergabung dalam divisi Acara, sub-divisi Pengabdian Masyarakat. Berkolaborasi dengan teman-teman dari berbagai bidang dengan berdikusi online, menyatukan  beragam ide untuk mencapai satu tujuan yakni desain acara terbaik untuk PK-130.

 

Sabtu, 27 Oktober 2018 Pkl. 07:00 pagi saya berangkat dari Bandara Mutiara Sis-Aljufri menuju bandara Soekarno-Hatta. Agak merasa terhura sih kalau ingat masa-masa ke bandara buat ng-cas HP dan dapat jaringan internet. Akhirnya saya bisa berangkat untuk mengikuti PK-130. Perjalanan kali ini memang tidak terpublikasi. Bahkan saya sembunyikan dari keluarga di Jawa. Karena kalau Pakdhe tahu saya ke Jakarta, pasti saya dijemput. Dan saya ingin mandiri dalam perjalanan kali ini. Tidak ada teman atau pun keluarga yang terlibat. Apalagi, mendengar informasi bahwa kami batal di jemput oleh tim transportasi, saya justru merasa senang. Saya pernah ke Jakarta sih tahun 2016 lalu waktu ikut event Tech IN Asia. Saat itu saya dijemput oleh Pakdhe. Namun, perjalanan kali ini dari Jakarta – Depok saya tidak ingin merepotkan keluarga. Makanya saya memberanikan diri ke Depok sendirian. Sebelumnya saya cek Grab dari bandara Soetta ke Depok, lumayan sih harganya.  Tapi setelah saya pikir-pikir, naik Grab mah udah biasa. Saya ingin merasakan suasana baru, naik Bus 😀

Akhirnya saya coba naik Bus Hiba Utama tujuan Depok. Lumayan Hemat lah dibanding naik Grab juga 😀

Perjalanan bisa ditempuh dengan cara sederhana namun berkesan, atau mewah tapi biasa.

Setelah tiba di sekitar SPBU Juanda saya melanjutkan perjalanan menuju Wisma Hijau naik Grab. Alhamdulillah saya tiba di WH dengan selamat. Yeay!! Ini adalah Prestasi luar biasa di Bulan Oktober 2018 😀 (Bersambung)

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *