PENGALAMAN LOLOS SELEKSI SUBSTANSI LPDP AFIRMASI BIDIKMISI

Setelah dinyatakan lolos Seleksi Berbasis Komputer, selanjutnya saya mengikuti yang namanya seleksi substansi. Seleksi substansi ini ada dua tahapan ya Pals! Leaderless Group Discussion dan Wawancara. Dalam menghadapi seleksi substansi ini, saya bersama 6 teman-teman dari kota Palu (Sri, Enggar, Satriani, Diki, Opi dan Rani) melakukan persiapan mulai dari praktek LGD dan wawancara.
Untuk persiapan LGD, kami sering melakukan simulasi via discord. Kamu bisa download aplikasi discord di playstore. Isu terkini kami bahas satu per satu mulai dari tema pendidikan, sosial, politik, budaya, kesehatan, dll. Biasanya kami bertugas secara bergantian untuk menjadi moderator dan notulen dalam simulasi LGD. Ya memang di tengah kesibukan masing-masing, kami harus menyempatkan diri untuk latihan LGD agar terbiasa membahas isu terkini yang terjadi di Indonesia.
Persiapan untuk wawancara juga kami lakukan baik via media sosial maupun secara langsung. Setelah latihan LGD via discord, kami sempatkan waktu sedikit untuk latihan wawancara.
Sebelum berangkat ke Makassar, kami dimentori oleh beberapa rekan yang berpengalaman seperti Kak Ficky, Kak Dika dan Indri. Yah, ini hanya sebagian kecil dari usaha kami untuk menempuh seleksi substansi dengan maksimal.

Sempat bertanya juga sih dalam hati, kira-kira pertanyaan saat wawancara itu seperti apa? Nah, mulailah aku rajin blogwalking dan berburu vlog di youtube. Semakin banyak referensi yang kamu dapatkan akan membuat kamu semakin bingung (wkwwkwk :D) gak sih, justru malah bagus. Karena boleh jadi pertanyaannya ada yang mirip-miriplah. Waktu itu aku sempat rangkum beberapa pertanyaan dari para awardee baik yang dari blog maupun video. Hmm, kira-kira ada puluhan pertanyaan lah. Tapi sebenarnya pertanyaan-pertanyaannya tidak menjamin akan terulang kembali, dan tujuan ku saat itu hanya untuk latihan saja. Hehe.

Rajin membaca blog atau nonton video pengalaman para awardee untuk menambah wawasan kamu mengenai seleksi substansi. Salah satunya situs ini 😛


Singkat cerita, Senin 27 Agustus 2018 saya, Sri, Enggar, Diki, Rani dan Satriani berangkat bareng ke Makassar. Tiba di penginapan kami istirahat sebentar kemudian simulasi untuk wawancara. Kelihatannya , niat banget ya mau dapat beasiswa LPDP :D. Dan saat itu, aku malah flu 🙁 Hiks takutnya batuk di depan interviewer. Makanya aku minum obat dan madu untuk meredakan tenggorokan…

“Buat teman-teman jangan lupa untuk menjaga kesehatan sebelum mengikuti seleksi Wawancara”

Selasa pagi kami berangkat menuju Gedung Keuangan Negara. Rasanya dag dig dug soalnya aku belum sarapan :D. Karena saat itu, lokasi penginapan agak jauh dari tempat makan. Setelah tiba di GKN, kami masuk ke ruangan untuk melakukan presensi. Masya Allah, tetiba aku pengen nangis, ternyata perjalananku sudah sejauh ini. Dalam hati berkata “ Jika Allah meridhoi aku untuk S2 tahun depan, Insya Allah akan dimudahkan semuanya”.
Setelah presensi asli gw bener-bener lapar gaess.. Akhirnya Aku barengan Satriani pesan KFC lewat GoFood.

“ Sebelum ke Lokasi tes sebaiknya kalian Sarapan dulu gaes biar konsentrasi mu gak terganggu karena laper…” 😀

Untuk jadwal LGD dan wawancara tiap peserta itu beda-beda. Ada yang Wawancara dulu kemudian LGD atau sebaliknya. Kebetulan aku tes LGD kemudian wawancara, Alhamdulillah selesai dalam sehari.
Pengalaman LGD.
Waktu itu kami dibentuk dalam kelompok kecil dan emang bener-bener kami belum saling mengenal satu sama lain. Namanya juga Leaderless Group Discussion ya gaes, jadi gak ada yang namanya ketua kelompok. Saat itu anggota kelompok LGD ku ada 8 orang dan kami di awasi oleh psikolog. Tema yang aku dapat mengenai Vaksin MR. kami berbagi peran sebagai pemerintah, ahli kesehatan, dan masyarakat. Proses LGD saat itu bener-bener ngalir gak ada yang namanya moderator.

“ Saat LGD usahakan kamu jangan mendominasi misalkan ngatur temen-temen. Hindari berbicara terlalu lama meskipun kamu menguasai tema. Fokus ke teman yang lagi berbicara atau jangan sibuk sendiri misalkan saat teman berbicara kamu malah asik menulis. Hindari juga memotong pembicaraan teman di tengah diskusi.

Pengalaman Wawancara
Sebenarnya ini adalah pertama kali dalam hidupku mengikuti seleksi wawancara. #Eaaa… Tapi, saya tetap berusaha untuk percaya diri. Syukurnya udah sering ketemu orang penting sih waktu zamannya masih jadi mahasiswa. Jadi udah gak kaku lagi lah ngobrol sama orang-orang penting. Waktu itu aku diwawancarai di meja 6. Ada 3 interviewer, mereka adalah psikolog, pakar bidang pendidikan dan pihak LPDP. Saat seleksi wawancara saya mengenakan pakaian yang menunjukkan karakterku sebagai seorang pendidik. Aku pakai batik, rok hitam dan sepatu pantofel hitam. Mantulll bosque 😀

“Saat interview gunakan pakaian rapi dengan warna pakaian yang tidak mencolok. Kalau terbiasa make up-an ya silahkan bagi para wanita, asal gak berlebihan . Intinya berpenampilan yang sederhana dan membuatmu percaya diri.”

Setelah dipersilahkan oleh panitia barulah saya menuju meja 6. Tiba di meja 6, saya langsung memberi salam dan jabat tangan pada tiga interviwer sambil melempar senyuman manisku tentunya… Wkwkwkwkk 😀

“ Jaga senyuman dan pandangan saat berbicara. Usahakan jangan tengok kanan kiri, menunduk atau bersandar di kursi pada saat berbicara”. Biar gak kelihatan kalau kamu tuh jomblo dan butuh sandaran 😀 😀 😀

Percakapan dimulai dengan perkenalan dari masing-masing interviewer. Kemudian dilanjutkan dengan permintaan izin dari para interviewer untuk melakukan rekaman. Seingatku durasi wawancaraku hampir sejam. Kata teman-teman sih lumayan lama:v. Ngebahas apa aja sih? Secara garis besarnya saat itu aku ditanyain tentang rencana studi, nasionalisme, pengalaman hidup saat kuliah dan kerja, dan juga essay yang sudah aku buat.

“Jawablah pertanyaan para interviewer dengan jujur ya, sejujur-jujurnya. Kalau emang lupa atau gak tahu ya jangan dipaksain. Ingat, ada psikolog yang tahu gerak gerik kita dan tentunya Tuhan gak pernah tidur, jadi jangan berbohong”. 🙂

Yang paling penting jangan lupa berdoa dan meminta restu orangtua 🙂

Okey Pals! Semoga cerita kali ini bisa membawa manfaat bagi kalian para pembaca setia blog ini. Kalau kamu pengen ngobrol seputar beasiswa LPDP dalam negeri silahkan DM aku via instagram @anapujilestari.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *