KAMI BUKAN MALAS, KAMI HANYA BUTUH WAKTU UNTUK FOKUS!

Sekedar basa-basi menanyakan “kapan lulus?” atau “kapan ujian siding skripsi?” atau mungkin “eh buruan lulus nanti bayar SPP lagi loh”.. Itu adalah hal yang lumrah didengar oleh mahasiswa tingkat akhir.

Bagi sebagian mahasiswa itu mungkin terdengar menyebalkan. Meskipun begitu, bagi saya pribadi pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan sebuah hal yang disyukuri sebab masih ada orang yang mau memperhatikan, mengingatkan kita perihal masalah tugas akhir. Ya mungkin orang tua sudah sering mengingatkan, namun tak jarang teman yang belum lulus pun bertanya-tanya mengapa kita telat? Bayangkan saja kalau tak seorang pun bertanya atau memperhatikan kita di dunia ini? Sedih kan?? Seolah-olah hidup sebatang kara.

Tapi, jujur dibalik itu semua kadang saya merasa kesal mendengar pertanyaan tersebut. Apalagi kalau pas capek ditanya temen pasti jengkel dan suka “ba tekel” kalau istilah orang Palu.

Mungkin sebagian diantara kalian yang sedang membaca tulisan ini, perlu mawas diri.
Pertama, untuk kamu yang masih mahasiswa baru. Bertanya boleh, tapi sekedarnya sajalah. Nda perlu kamu terlalu menuntut kaka tingkatmu untuk cepat2 lulus. Kamu memang belum merasakan berada pada masa akhir. Ini karena persoalan waktu saja. Kaka mu duluan kuliah ! Daripada kamu mengusik tugas kaka senior mu, mending kamu selesaikan saja yang menjadi tugas kuliah mu. Pasti kamu punya banyak tugas kan?? Gak mungkin jadi mahasiswa itu bisa santai. Kecuali kamu mahasiswa bayaran, hehe.

Kedua, untukmu para mahasiswa yang sama-sama belum lulus. Wajar sih kalau saling Tanya “kenapa belum lulus?” “ngapain juga lama-lama di kampus?” Hey you, sadar!! Kamu aja belum lulus koq rempong dengan orang lain?? Mending kamu juga cepat-cepat lulus. Biar kembali ke pernyataan mu yang biasa dilontarkan ke teman sesama mahasiswa tingkat akhir “Biar gak bayar SPP lagi”. Hehe.

Ketiga, untukmu para mahasiswa yang sudah lulus. Wajar bila kamu bertanya atau pun memang punya niat untuk memotivasi temanmu. Bagus sih, sudah lulus aja kamu masih peduli dengan temanmu. Tapi, memotivasi bukan dengan cara mengucapkan kata-kata yang sebenarnya tidak akan memotivasi teman mu. Misalkan “Ah kamu sih malas”, ah “ kamu lama ngapain juga di kampus terus?” apa yang kamu cari?? Untuk mu para mahasiswa yang bertipe seperti ini, mungkin terlihat bagimu orang yang telat lulus itu karena malas, tidak mau bergerak, atau hanya sok sibuk, banyak jalan-jalan dan hanya kesana-kemari saja kerjanya. Hey you, sadarilah! Gak semua mahasiswa yang telat lulus kamu judge seperti itu. Ada banyak kemungkinan, misalkan temanmu telat karena harus bekerja untuk mencari biaya kuliah mengurus skripsi, wisuda , dll. Atau mungkin teman mu itu menyelesaikan beberapa hal yang sudah menjadi targetnya. Memang sih terkesan bahwa ada pada kesibukan tersebut yang menjadi alasan terbesar. Tapi sadarlah, setiap orang punya target dan pencapaian masing-masing. Tak jarang mereka lebih baik dari kamu yang saat ini telah lulus tapi masih nganggur di rumah, tidak produktif, dan hanya bersantai. Daripada kamu terus-terusan mengurusi tugas teman mu, mending kamu berbuat sesuatu yang produktif, upagrade dirimu sebagai lulusan sarjana. Sebab, alangkah baiknya kalau kamu memotivasi kawan mu dengan sebuah aksi, karya yang nyata dan bukan hanya sekedar kata-kata saja.

Terakhir, mungkin diantara kamu ada yang masih bertanya-tanya kenapa juga sampai sekarang yang nulis ini belum lulus? Hehe, sebagai mahasiswa tingkat akhir sekali lagi saya tetap memaklumi pertanyaan itu. Sibuk bekerja, berkarya dll bukan menjadi alasan sebenarnya. Hanya saja, kami butuh waktu untuk focus. Bayangkan saja, setiap ingin mengerjakan tugas akhir ada beberapa pekerjaan lain yang harus diselesaikan. Apa itu dikatakan malas?? Kalau kami malas mungkin kami tak akan mnegerjakan apa-apa. Termasuk membuat tulisan ini.
Tapi tenanglah sahabat, saya sangat mengapresisasi kepedulian kalian, insyaallah secepatnya kabar baik dariku akan tersampaikan untuk kalian.

You may also like