Komunitas Indonesian Social Blogpreneur: Create Opportunities from Blogging

Hello Pals! Kali ini saya akan berbagi pengalaman setelah mengikuti event inspiratif dari Komunitas ISB yang digelar pada hari Minggu 5 Mei 2019.

Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB) menggelar kegiatan Workshop dengan tema “ Create Opportunities from Blogging”. Sebuah tema yang sangat menarik bagi kaum blogger yang ingin meningkatkan skill dan pengetahuan dalam mengelola blog. Acara ini digelar di Indosat Ooredoo Malang dan dihadiri oleh puluhan blogger dari berbagai wilayah dan background yang beragam. Menariknya, beberapa peserta yang hadir adalah kaum Ibu, sebuat saja “Mom Blogger”. Hehe..

Acara ini menghadirkan empat srikandi inspiratif yang menjadi narasumber. Mereka adalah mbak Ani Berta (Blogger & Content Writer); mbak Dama Vara (IT Support &Designer Grafis); mbak Riri Restiani (Entrepreneur & Beauty Blogger) dan mbak Liswanti Pertiwi (Finance Blogger & Socmed Specialist). Luar biasa, bukan?

Mbak Riri Restiani, wanita berparas cantik dan kreatif ini menjadi narasumber pertama dalam kegiatan workshop ini. Beliau berbagi informasi mengenai trik pemanfaatan blog dan sosial media dalam pengembangan bisnis. Langkah awal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan penjualan adalah melakukan perencanaan pemasaran. Seandainya kita belum memiliki website atau blog pribadi sebagai media promosi, kita dapat memanfaatkan secara gratis beberapa marketplace yang tersedia. Selain itu, agar bisnis kita dapat bertahan, perlu adanya inovasi konten yang sesuai dengan trend masa kini. Hal yang tidak kalah penting adalah melakukan evaluasi sebagai bahan refleksi untuk perkembangan bisnis kita.

Materi selanjutnya disampaikan oleh mbak Dama Vara. Wanita yang pernah menempuh pendidikan di dua universitas, Universitas Sampoerna dan Universitas Binus ini berbagi informasi mengenai pentingnya desain layout blog yang menarik dan mudah dipahami pengunjung. Dalam kesempatannya, beliau langsung mengajak peserta untuk praktik desain infografis yang menarik melalui aplikasi Canva.

“Apapun potensi yang ada dalam diri kita, itulah yang perlu diangkat untuk mengotimasikan personal branding,”ungkap mbak Ani Berta dalam penyampaian materi di sesi kedua. Dalam kesempatannya, beliau menjelaskan bagaimana menjadi freelancer yang baik di era digital saat ini?. Topik yang menarik ini mampu menyita perhatian peserta untuk tetap terlibat aktif dalam workshop kali ini.
Wanita inspiratif berdarah Batak dan Sunda ini menuturkan bahwa menjadi seorang freelancer yang paling penting untuk mengawali karirnya adalah memperbanyak jam terbang. Seorang freelancer perlu membuat sebuah portofolio agar bisa menjadi skill evidence. Hal yang paling utama adalah memperluas networking.

Kesempatan untuk memperoleh income dari ng-blog di era digital saat ini terbuka sangat luas, salahsatunya adalah dengan memanfaatkan Google Adsense. Pendapatan yang kita peroleh dari hasil ng-blog tentunya dibutuhkan manajemen yang baik. Mbak Liswanti, pemilik usaha wedding organizer menuturkan pos keuangan blogger yakni 5% alokasi zakat, 10% dana darurat, 40% asuransi dan investasi, 40% tabungan, dan 5% gaya hidup. Hal ini penting untuk dilakukan seorang blogger agar hasilnya bisa terlihat dengan jelas.

Demikian sekilas informasi mengenai kegiatan workshop dari komunitas ISB, semoga bisa bermanfaat dan ilmunya dapat diterapkan teman-teman blogger semua 🙂

You may also like