Trauma Healing SDN 10 Banawa Selatan

Pasca bencana yang melanda Palu Sigi dan Donggala, ada begitu banyak relawan yang hadir di daerah kami. Membawa harapan baru, semangat dan optimisme bahwa kami bisa bangkit dari keterpurukkan ini.
Tak terkecuali teman-teman relawan regional Sulteng. Tak sedikit anak muda yang turut berperan aktif dalam menyembuhkan luka masyarakat PASIGALA pasca bencana.

10 November 2018, saya ikut nimbrung bareng teman-teman 1000 Guru Sulteng mengadakan Trauma Healing di Desa Banawa Selatan, Donggala tepatnya di SDN 10. Awalnya temanku Muthia yang merupakan salah satu dari anggota 1000 Guru Sulteng ng-DM aku untuk ikut kegiatan tersebut. Aku pun tertarik sembari mencari pengalaman dan teman baru.

Lokasi kegiatannya lumayan jauh dari Pusat Kota, sekitar 45 menit. Di sekolah tersebut kami bertemu dengan anak-anak yang masih tersisa karena belum pulang dari sekolah.

Tepuk tangan, lompat lompat sambil meneriakan Palu Kuat, Palu Bangkit. Ah, kalian… Anak-anak kecil yang lucu dan masih polos seperti tak ada luka di mata kalian.

Setibanya di SDN 10 Banawa, anak-anak begitu antusias menyambut kedatangan kami.

Kemudian salah satu teman kami memandu anak-anak untuk berbaris.

Seperti biasa yang menjadi jargon utama untuk menstimulan semangat anak-anak adalah tepuk semangat.

Tepuk semangat .. (prok prok prok)
Se (prok prok prok) ma (prok prok prok) ngat (prok prok prok)
Se….. mangat (sambil melompat)

Kemudian dilanjutkan dengan games sederhana yang bertujuan untuk menumbuhkan kebersamaan dan kerjasama tim dari para volunteer dan anak-anak.
Pertama diawali dengan menyanyi bersama >>

Berdiri senang
Duduk pun senang
Berputar-putar mencari teman,…

Berdiri senang
Duduk pun senang
Berputar-putar mencari teman,…

Tangan dilambai-lambai,
pinggul digoyang-goyang,
kaki disentak-sentak
tepuk tangan…

Tangan dilambai-lambai,
pinggul digoyang-goyang,
kaki disentak-sentak
tepuk tangan…

Kemudian anak-anak diminta untuk berkumpul mencai teman yang berlawanan arah posisinya sebanyak jumlah yang disebutkan oleh instruktur game.
(Misalnya cari-cari teman 5, maka anak-anak berumpul dalam satu kelompok sebanyak 5 orang)

Selanjutnya, permainnya adalah melompat secara berlawanan berdasarkan perintah.
Misalkan, instruktur menyebutkan Kiri > Maka anak-anak melompat ke arah kanan
demikian instruksinya dibuat secara bervariasi agar lebih menanatang.

Sebelum permainan berakhir, anak-anak dipandu untuk menyanyikan lagu >>

satu jari kanan, satu jari kiri digabung jadi dua, jadilah jembatan
dua jadi kanan, da jari kiri, digabung jadilah kamera (cekrek)
tiga jari kanan, tiga jari kiri, digabung jadi enam jadilah menara
empat jari kanan, empat jari kiri digabung jadi delapan jadi telinga kelinci
lima jari kanan, lima jari kiri, digabung jadi sepuluh jadi tepuk tangan

Sesi paling akhir adalah pembagian tas dan alat tulis kepada anak-anak SD N 10 Banawa.

Terima kasih buat anak-anak dan para guru SDN 10 Banawa Selatan yang telah bersedia menerima kedatangan kami.
#PaluKuat #PaluBangkit #DonggalaBangkit

You may also like